Minggu, 08 Februari 2015

Motivasi Islami Mingguan #BersamaAyoRenungkan
Ed.Sabtu_26Apr2014
by: Miftahul Jannah Salwah Ummah FKIK 2012 Dept Kebijakan Publik

KEBAHAGIAAN DUNIA

BAHAGIA. Ia adalah sebuah kata yang banyak menjadikan manusia menjadi hina. Mengapa begitu? Sebab Ia didefinisikan sebagai terpuaskannya hawa nafsu. Sebagai seorang pemuda di era globalisasi, pikiran-pikiran tersebut bisa saja menghampiri. Di tengah pergaulan yang serba bebas dan seolah-olah tanpa batas, hanya keteladanan Islam yang mampu menjadi pembatas. Sebuah pembatas yang memisahkan antara kebahagiaan dunia yang SEMU dengan kebahagiaan yang HAKIKI.

Image

Islam adalah agama yang sempurna. Agama yang dapat mengantarkan pengikutnya menuju BAHAGIA YANG SESUNGGUHNYA. Meskipun dunia ini hanya ladang amal semata dan bukan persinggahan abadi, namun apakah kita sebagai seorang muslim tidak pantas merasakan kebahagiaan di dunia ini? Jawabnya adalah boleh. Dengan catatan, kebahagiaan dunia adalah bagian dari usaha menggapai kebahagiaan di akhirat kelak. Lantas bagaiman cara meraih kebahagiaan dunia yang berbuah syurga? Ibnu Abbas ra. mewasiatkan 7 kunci KEBAHAGIAAN DUNIA tersebut.
  1. Qalbun Syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti bersifat qanaah (menerima apapun keputusan Allah SWT). Ketika bahagia menyapa dan kemudahan menghinggapi, bentuk kesyukuran kita adalah peningkatan amal ibadah. Ketika kesedihan serta kesukaran merayapi, saatnya kita mengingat mereka yang lebih bersedih dan bersusah. Begitulah Islam mengajarkan perihal kesyukuran melalui hadits Rasulullah-Nya.
  1. Al azwaju shalihah atau pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh mampu menciptakan suasana islami dalam keluarga. Dalam QS. An-Nur: 26, Allah SWT berfirman bahwasanya laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik pula. Sehingga untuk mendapatkan pasangan hidup sholeh sebagai penjemput kebahagiaan dunia, hendaknya kita meningkatkan kualitas keimanan kita.
  1. Al auladun abrar atau anak yang sholeh.
Iman adalah sesuatu yang tidak dapat diwarisi. Oleh karenanya sebagai seorang manusia tugas kita adalah berusaha dan berdoa untuk mendapatkannya. Salah satu doa tersebut tertera dalam QS. As-Shaffat: 100, “Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang sholeh.”
  1. Al biatu shalihah atau lungkungan yang kondusif untuk iman kita.
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan ‘fitrah’. Maka, kedua orang tuanya (mewakili lingkungan) yang dapat menjadikannya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (H.R Bukhari). Dari hadits tersebut dijabarkan bahwasanya lingkungan terutama keluarga memegang peran penting dalam konstruksi keimanan kita. Namun ketika kita tidak menemukan hal-hal pembangun karakter keislaman tersebut di rumah, kita dapat mencarinya di tempat lain, kemudian membawanya ke rumah.
  1. Al malul halal atau harta yang halal.
Paradigma dalam islam adalah kualitas harga, bukan kuantitasnya. Kualitas harta dilihat dari keberkahan/kehalalan dalam memperolehnya. Namun hal ini bukan berarti Islam tidak menganjurkan kita untuk kaya. Sebab dengan menjadi kaya, seorang muslim lebih berpeluang untuk memperoleh syurga-Nya melalui shadaqah.
  1. Tafakuh fi dien atau semangat memahami agama.
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga” (H.R Muslim). Hadits ini dapat menjadi motivasi kita semua untuk lebih bersemangat menuntut ilmu. Sebab dengan ilmu, kebahagiaan dunia serta akhirat mutlak kita raih.
  1. Umur yang barakah.
Sekali kagi Islam tidak berbicara mengenai kuantitas, namun kualitas. Oleh karenanya usia seorang muslim mampu melebihi umurnya. Sebab kiprah dan karyanya dikenang oleh khalayak, meskipun raganya telah tiada.
Itulah ketujuh kunci kebahagiaan dunia yang disampaikan oleh Ibnu Abbas ra. Mudah-mudahan kita semua didekatkan kepada ketujuh kunci tersebu
Sumber:
  1. http://www.eramuslim.com/oase-iman/7-indikator-kebahagiaan-dunia-menurut-sahabat-ibnu-abbas.htm#.UzfpkIVq9cq
  2. http://muslim.or.id/doa-dan-zikir/doa-meminta-anak-yang-sholeh.html
  3. http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/gapai-surga-dengan-ilmu-agama.html
  4. Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdC3XThljAKoPMaVkMfNplTXd_3qa_GLYSqZFzg6W5qVaHWLfM9if9O0fEbrVq3nNIvviuM0OGJdTH0WY7RX8PvdTI2M8ix7BpMPwA3UhFm-kYC0VPSCpMhSR3dTpzE6PFTjxDb0LsmSs/s1600/bahagia+dunia.jpg

Posted on Minggu, Februari 08, 2015 by Unknown

No comments

#MuslimNegarawanCintaBaca

Image

“Pada 651 Imperium Persia dibebaskan di tangan kaum Muslim dan menyusul Imperium Romawi yang dibebaskan pada 1453. Islam lalu menyatukan kedua imperium dan meluaskan wilayahnya hingga mencapai 20.000.000 km2 dan memberikan kesejahteraan melebihi apa yang pernah diberikan kedua imperium sebelumnya.

Mengapa ada satu masa dimana Islam dapat menjadi Inspirasi dan motivasi yang menjadikan pengembannya mulia dan tinggi, namun, pada masa yang lain, justru menampakkan ummat dengan karakter yang berbeda?
Pertanyaan “Why” yang akan dibahas dalam buku ini, sekaligus mengungkap suatu rahasia yang dipegang oleh Rasulullah SAW dan para sahabat serta generasi terbaik dalam Islam.

See beyond the eyes can see, beleive beyond the Inspiration”
#YukBaca_BEYOND_THE_INSPIRATION_by:FelixYSiauw

@KAMMIMedsos #TransformasiOrganisasi

Posted on Minggu, Februari 08, 2015 by Unknown

No comments

Writing = Show your Feel

semangat-menulis

Menulis adalah cara paling simple menyuarakan kepekaan hati. Kadang bagi sebagian besar penulis-seseorang yang suka menulis atau meluangkan waktunya menulis- menulis lebih nyaman untuk dilakukan daripada berbicara secara langsung. Tiada batas keseganan yang harus ditatap, tiada kalut yang menyergap karena tak sigap. Semuanya mengalir.

Ruang menulis menjadi kepuasan tersendiri para pelakonnya, karena dengan opini dan bukti yang membersamai tulisannya mampu membuka kebekuan pikiran, membuka kekerasan hati para pembaca. Show your feel yang dimaksud di sini bukan bentuk ekspresi emosional yang mengalir tanpa kematangan analisis. Tapi seperti ini: “Kalau saya tidak menulis, hanya saya sendiri yang tahu betapa peliknya masalah ini menguasai hajat hidup orang banyak. Kalau saya tidak menulis saya tidak bias membagi ide saya ke banyak orang. Kalau saya tidak menulis kebenaran ini bias jadi tak akan terungkap. Kalau saya tidak menulis, pembelajaran yang saya rasakan hanya bermanfaat buat saya sendiri.”
Bahkan uniknya, menulis bias menjadi sarana refleksi antar aktivis. Misalnya, dari tulisan yang diposting di ruang public, kita jadi tahu bahwa wawasan si A sudah sampai sejauh mana, seberapa dalam analisisnya, seberapa buat bukti referensi yang digunakannya. Sementara tulisan kita mungkin belum sesistematis yang lain atau bahkan kurang sebaik tulisan aktivis2 yang lain. Bahkan yang bias jadi membuat kita terpekur, mereka dengan kapasitas intelektualnya bias menghidupkan suasana kritis melalui tulisannya sementara kita belum berani menulis atau untuk membaca berbagai rujukan masih malas.

Dari tulisan ke tulisan: dari rajin-rajin membaca tulisan memudahkan kita menghasilkan tulisan juga. Bahkan tulisan yang kita buat tak relative jauh dari tulisan2 yang kit abaca. Ini juga yang semestinya jadi pelecut kita buat mengisi ruang2 kosong di memori otak kita: membaca berarti menambah suplemen tsaqafah dan keilmuan dan menulis jadi pengikatnya. Secara otomatis juga dengan budaya baca tulis –yang sewajarnya tak cukup semasa SD kita menjadi kenal istilah-istilah baru yang bias dibilang keren. Lucu saja jika semenjak kecil sampai saat ini kata-kata yang dikenal hanya bahasa ibu.

Terjun ke dunia mahasiswa, mengikuti berbagai organisasi dan aktif di dalamnya akhirnya membuat saya menyadari bahwa tulisan-tulisan yang luar biasa dimulai dari dorongan yang tak pernah putus untuk melakukan budaya ini. Ada yang menargetkan perharinya mampu menyelesaikan beberapa tulisan atau beberapa halaman, ada yang memiliki target mingguan dan variasi jangka target lainnya. Intinya ada keistiqamah dengan budaya tersebut. Saling sharing dan mengomentari juga menjadi hal penting dalam peningkatan kapasitas tulisan dan support yang menyenangkan. (cc: KAMMI Madani dengan GKM/Gerakan KAMMI Menulisnya).

Sebuah pelajaran penting bagi saya dan alasan penting mengapa budaya menulis harus tetap ada adalah tulisan itu guru yang tidak mengajari secara mutlak, teman yang mengingatkan dengan cair dan stimulus yang baik untuk memengaruhi kebekuan. Seperti kisah berbalas tulisan antara Soekarno dan Natsir. So, show your feel, show your ideas, show your dream, show your care with your writing.

#MedSosMenulis
(Sabtu, 5 April 2014)

Posted on Minggu, Februari 08, 2015 by Unknown

No comments

CAM00529

Apel siaga merupakan salah satu agenda dalam rangka penguatan frekwensi gerakan yang dilakukan di seluruh komisariat KAMMI. Agenda ini merupakan salah satu program kerja dari BPH dengan penanggung jawab yakni ketua KAMMI Medsos, Rakhmat Abdil Kholis (FISIP UIN Jakarta angkatan 2012). Selain mengadakan apel siaga, agenda Pensi (Penguatan Frekwesi) yang lain adalah Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), syuro, dan agenda-agenda lain yang akan dilakukan rutin setiap bulannya.

Apel Siaga ini dumulai pukul 06.30 pagi dan terlambat sekitar 45 menit dari perencanaan. Pengurus ikhwan yang hadir adalah Firdaus (FKIK UIN Jakarta angkatan 2013) sedangkan yang akhwat yang hadir adalah Lilih (F.Psi UIN Jakarta angkatan 2012), Nusa (F.Psi UIN Jakarta angkatan 2012), Meisya (F.Psi UIN Jakarta angkatan 2012), Sri (F.Psi UIN Jakarta angkatan 2011), Popon (F.Psi UIN Jakarta angkatan 2011), Nadia (FKIK UIN Jakarta angkatan 2011), Miftah (FKIK UIN Jakarta angkatan 2012), dan ukhty Risi.

Apel siaga yang dikomandani oleh Rakhmat ini beragendakan:
1. Info kabar kader
2. KP membahas teknik lapangan untuk aksi pemilu dari KAMDA Tangsel.
3. KP membahas acara gabungan.

Apel siaga ini selesai pukul 7.30 WIB.Mudah-mudahan apel siaga ini menjadi evaluiasi untuk lebih ontime dalam semua agenda KAMMI.

Wassalamu’alaiykum warrahmatullahi wabarakatuh

Posted on Minggu, Februari 08, 2015 by Unknown

No comments

#latepost on April, 2014

Assalamualaiykum warrahmatullahi wabarakatuh
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medsos memiliki sebuah program baru guna menggelorakan dakwah melalui media sosial …


tiga program terbaru KP

KETENTUAN KEPENULISAN:

1. YUK BACA
Tujuan: menggeliatkan minat baca kader KAMMI Medsos
Periode publish: kamis malam via FB, Twitter, Whatsapp, dll, (dapat ditambahkan media sosial lain sesuai kebutuhan) by admin
Tatacara: admin akan menuliskan secuplik kalimat dari sebuah buku yang recommended untuk dibaca via FB, Twitter, Whatsapp, dll

Posted on Minggu, Februari 08, 2015 by Unknown

No comments